Angka Rawat Inap Kasus Covid-19 Naik 1,28 Persen Selama Seminggu Terakhir

Pemerintah mencatat terjadi lonjakan kasus Covid-19 pada sejumlah daerah di Indonesia. Kenaikan kasus ini tentunya berpengaruh pada tingkat keterisian tempat tidur (BOR) baik di ruang isolasi maupun rawat inap.

Merangkum dari laman Instagaram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) @kemenkes_ri, Senin (3/5/2021), Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa telah terjadi tren peningkatan rawat inap di rumah sakit selama tujuh hari terakhir sebesar 1,28 persen.

Siti Nadia

“Ada 14 provinsi dengan kriteria transmisi komunitas level 4, yang berarti angka rawat inap kasus Covid-19 mencapai lebih dari 30 per 100 ribu penduduk tiap minggunya,” terang dr. Siti, dalam unggahan tersebut.

Baca Juga : Pasar Tanah Abang Ramai Pengunjung, Ini Protokol Kesehatan Bepergian di Tengah Pandemi

Tentunya kenaikan kasus tersebut berpengaruh pada keterisian tempat tidur rumah sakit. Kenaikan angka Covid-19 di Indonesia ini dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat yang tinggi yang menyebabkan sebaran penyakit menjadi semakin luas.

“Jumlah keterpakaian baik ruang isolasi maupun ruang perawatan intensif pada rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, dan BUMN atau Kementerian lainnya meningkat,” tuturnya.

Dampak lonjakan kasus

Siti Nadia

dr Siti Nadia menjelaskan, kenaikan kasus ini berpengaruh terhadap kecenderungan perubahan wilayah yang berisiko di Tanah Air.  “Kita melihat ada kecenderungan perubahan dari wilayah kategori risiko rendah menjadi risiko sedang dan risiko tinggi,” ujar dr. Siti Nadia dalam unggahan tersebut.

Lebih lanjut dr. Siti menjelaskan, berdasarkan pantauan tren kenaikan kasus Covid-19 ini disebabkan oleh meningkatnya mobilitas penduduk yang berpotensi memperluas penyebaran infeksi.

“Maka kita melihat terjadinya peningkatan jumlah kabupaten atau kota dengan kriteria berisiko tinggi. Dari enam kabupaten menjadi 19 kabupaten. Sementara risiko sedang dari 322 kabupaten atau kota menjadi 340 kabupaten atau kota,” lanjutnya.

Oleh sebab itu dr. Siti mengimbau masyarakat untuk melindungi diri dan orang sekitar dengan tidak mudik Lebaran tahun ini. Memang rasa rindu dan keinginan untuk merayakan Lebaran di kampung halaman sangat besar. Namun, untuk kebaikan dan keselamatan bersama, mari tunda mudik agar keluarga di rumah aman dan sehat.

(hel)