Beredar Postingan Vaksin Covid-19 Mengandung Microchip, Benarkah?

BEREDAR sebuah postingan pada media sosial yang meminta bahwa Vaksin Covid-19 mempunyai microchip magnetik. Untuk membuktikannya, sang pengunggah postingan biar menggunakan magnet.

Dalam postingan tersebut, seorang perempuan memperlihatkan lengannya memiliki reaksi magnet setelah menerima vaksin Covid-19, hal tersebut ditunjukkan dengan meletakan magnet di tempat Ia menerima vaksin dan terlihat magnet tersebut langsung menempel.

Sementara, ketika ia melakukan hal yang serupa pada lengannya yang lain, magnet tersebut akan lepas. Di akhir video, rani tersebut memperingatkan agar tidak melakukan vaksinasi.

 

“Pfizer jab and a magnet experiment!

No words left to describe this. ”

 

[Terjemahan]

 

Pfizer jab dan eksperimen magnet! Tidak ada kata tersisa untuk menggambarkan ini.

Melansir Covid19. go. id, pemeriksa fakta independen di lingkup universal seperti Lead Stories, USA Today, AFP United States, dan Factcheck. org sudah membantah klaim tersebut berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi dari institusi resmi di bidang kesehatan.

Melansir dari AFP, para-para ahli medis mengatakan kalau video tersebut tidak lebih dari teori konspirasi yang termasuk ke dalam kategori disinformasi tentang virus Covid-19.

“Tidak, medapatkan vaksin Covid-19 tidak sanggup menyebabkan lengan Anda menjadi magnet. Ini tipuan, nyata dan sederhana, ” terang Dr. Stephen Schrantz, Spesialis Penyakit Menular di University of Chicago Medicine.

Hal ini didorong kuat oleh pernyataan Dr. Thomas Hope, peneliti vaksin dan profesor biologi organ dan perkembangan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern, Dia menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 pada umumnya terdiri dari zat putih telur dan lipid, garam, minuman, dan bahan kimia dengan menjaga PH. Sehingga tidak ada bahan apapun dengan dapat berinteraksi dengan magnet.