Bolehkah Pasien Kanker Makan Makanan Mengandung Lemak?

MUNCUL pertanyaan, bolehkah penderita kanker mengonsumsi makanan dengan mengandung lemak? Ternyata jawabannya boleh, tapi tentunya tidak berlebihan. Alasannya, minyak ataupun lemak masih memiliki karakter untuk pengidap kanker, khususnya untuk keperluan pemenuhan nutrisi tubuh.

“Minyak itu tetap perlu dikasih ke pasien kanker buat memenuhi nutrisi tubuh, secara catatan minyak yang diberikan merupakan minyak yang tertib. Kita kenal sebutannya lemak, itu harus ada omeganya. Bisa omega 3, omega 6, dan omega 9, ” kata Vice Chairman Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr Ida Gunawan dalam webinar, seperti dikutip dari Antara , Senin (26/4/2021).

Baca juga: Susu Tinggi Protein Bisa Jadi Asupan Alternatif Pasien Kanker saat Puasa 

Ia mengutarakan masih banyak anggapan dengan salah terkait minyak, & penderita kanker justru mengalami malnutrisi karena kebutuhan gemuk yang tidak seimbang.

Setiap harinya setidaknya pasien kanker membutuhkan satu hingga 2 gram kandungan lemak omega 3 buat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya.

Jumlah itu harus dibagi ke menu dan jadwal makanan secara menyeluruh sehingga kebutuhan nutrisi anak obat kanker bisa terpenuhi.

“Beberapa contoh lemak baik yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lemak bagi pasien kanker misalnya itu kandungan omega 3 di dalam ikan, itu ikannya bisa ikan kembung ataupun ikan tongkol. Banyak sekadar jenis ikan, ” jelas dr Ida.

Baca juga: Khasiat Puasa untuk Pasien Kanker Bisa Kurangi Peradangan 

Sementara untuk minyak yang dimanfaatkan memasak dengan berbagai metode seperti ditumis atau cah disarankan merupakan minyak nabati dan tidak digunakan di dalam jumlah yang banyak.

Dia mencontohkan minyak yang dapat digunakan semacam minyak zaitun dengan takaran setengah sendok teh bagi harinya.

“Jadi minyak itu perlu, akan tetapi tidak bisa digunakan dengan teknik menggoreng deep fried seperti yang sering kita temukan pada umumnya, ” ujar Ida.