Bolehkah Penderita Kanker Ovarium Memperoleh Vaksin Covid-19?

PEMERINTAH memang tengah mendorong umum Indonesia agar mendapatkan vaksin Covid-19. Hal ini dialkukan untuk memenuhi target menciptakan kekebalan kelompok atau herd imunnity.

Tapi, tidak semua orang mampu mendapatkan vaksin, lantaran kondisi tubuh mereka yang tidak memadai. Lantas, apakah para-para penderita kanker ovarium mampu mendapatkan vaksin?

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Pungky Mulawardhana, Sp. OG (K) dibanding Universitas Airlangga mengatakan, masa sudah dinyatakan sebagai penyintas dan telah selesai menjalani perawatan dan terapi, beserta dinyatakan aman oleh sinse, penyintas kanker ovarium diperbolehkan mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Kalau masih kemoterapi, tunda dulu untuk hindari efek samping yang tak diinginkan, jangan paksakan vaksinasi, ” kata Pungky.

Adapun vaksinasi Covid-19 tahap ketiga untuk masyarakat umum akan dilaksanakan mulai Juni 2021. Sebanyak 140 juta orang menjadi sasaran, di antaranya yang diprioritaskan adalah masyarakat rentan. Tempat sasarannya di daerah urban, zona merah serta kawasan dengan masyarakat kurang berkecukupan.

Juru Cakap Vaksinasi Covid-19 Tingkat Tengah & Duta Adaptasi Kultur Baru (AKB), dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, vaksinasi gelombang ketiga dikhususkan untuk kelompok Orang Dengan Provokasi Jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas, dan tinggal di wilayah rentan terhadap penyebaran Covid-19 kawasan DKI Jakarta.