Curhat Kurir Paket Kerja era Lebaran: Baaru Tutup kalau Kiamat!

HARI RAYA Lebaran memang diperingati di semua wilayah Indonesia. Biasanya Lebaran diperingati secara mudik ke kampung halaman, meskipun tahun ini pegangan dilarang lantaran masih tingginya kasus Covid-19.

Sayangnya, tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan buat mendapatkan liburan saat lebaran. Ada beberapa pekerjaan dengan tidak bisa libur biar di hari raya Lebaran, salah satunya adalah suruhan paket.

Alhasil, mereka tetap harus keluar rumah dan mengantar barang meski di keadaan yang kebanyakan orang bergabung bersama dengan keluarga.

Keluhan pun keputusannya dilontarkan abang kurir paket di media sosial. Akun Twitter @gaboyeh yang membagikan curhatan abang kurir bagian dan kemudian viral pada medsos.

Sungguh, berdasar pantauan MNC Palang Indonesia, curhatan ini telah disukai oleh hampir 51 ribu netizen dan sudah dibagikan ulang sebanyak 11, 4 ribu kali. So, bagaimana curhatan si kakanda kurir?

Kurir

“Anda pada kami tewas, ” tulis si abang.

Di unggahan itu, kita bisa lihat kalau jiwa abang kurir menyelipkan foto bagaimana paket yang menjulang. Wajah si abang pula tampak bahagia sambil menganjurkan simbol ‘love’ versi Thailand ke arah kamera.

Dilihat dari paketnya, pasti membutuhkan banyak zaman untuk mengantarkan barang sebanyak itu. Hal itu serupa yang membuat abang kurir melemparkan pernyataan begitu pada status WhatsApp-nya.

Tak hanya satu unggahan, ada juga abang suruhan paket lain yang mencurahkan isi hatinya. Bukan menimpa berapa banyak paket yang mesti diantarkan, tetapi tempat memberitahu kalau lebaran pula tetap melayani pengantaran bagian.

Kurir

“Mas kantor (jasa pengiriman paket) terakhir menerima pengiriman paket sebelum lebaran tanggal berapa, ya? ” tanya si calon pengantar paket.

Kemudian, abang kurir paket pun menjawab pertanyaan itu secara kalimat, “Buka terus, mbak. Tutup kiamat. ” Perkataan ini yang akhirnya menyusun netizen ngakak berjamaah, meski sebagian ada yang merasa iba dengan pekerjaan mukadimah paket.