Daripada untuk Anak-Anak, WHO Minta Negara Kaya Sumbangkan Vaksinnya

KETERSEDIAAN vaksin Covid-19 memang menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi banyak negara. Banyak negeri tidak mampu membeli Vaksin Covid-19 lantaran harganya dengan mahal.

Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia atau WHO mendesak negara-negara kaya dan maju untuk berbagai vaksin pada ingin agar vaksinasi kaum usia anak-anak sebaiknya ditunda, dan vaksin tersebut dialihkan pada negara yang membutuhkan.

Melalui pernyataan sang direktur jenderal, Tedros Adhanom Ghebreyesus, WHO menilai, daripada memvaksinasi anak-anak, seharusnya negara-negara kaya itu mendonasikan pasokan vaksin Covid-19 yang dimiliki kepada negeri2 miskin dan berkembang dengan lebih darurat membutuhkan, menggunakan program fasilitas vaksin gratis, COVAX.

“Saya paham kenapa beberapa negara ingin memvaksinasi rakyatnya, gerombolan usia anak-anak dan remaja. Tapi untuk sekarang, hamba mendorong mereka (negara-negara kaya) untuk mempertimbangkan kembali rancangan tersebut dan sebagai gantinya, menyumbangkan stok vaksin Covid-19 yang dimiliki ke kalender COVAX, ” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus pada pertemuan virtual di Jenewa.

WHO berharap lebih banyak negeri akan mengikuti jejak Prancis dan Swedia dalam menyumbangkan vaksin Covid-19 kepada COVAX untuk membantu mengatasi lurah sosial vaksinasi, usai memasukkan populasi prioritas rakyat negaranya masing-masing. Kanada dan Amerika Serikat sendiri adalah kurang negara yang telah mengesahkan vaksin untuk digunakan di remaja dalam beberapa minggu terakhir.  

Program pendistribusian vaksin Covid-19 gratis, COVAX, sejauh ini diketahui sudah mengirimkan kurang lebih sebanyak 60 juta dosis vaksin ke berbagai negara miskin dan tumbuh yang membutuhkan.  

Kini, COVAX sendiri tengah berupaya keras untuk tetap bisa memenuhi bahan pasokan, hal ini salah satunya disebabkan adanya penyekatan ekspor India untuk vaksin AstraZeneca karena epidemi Covid-19 di negara benua Asia Selatan tersebut terus meningkat dan mengakibatkan situasi genting kesehatan yang parah.  

(mrt)