Epidemiologi Sebut Hanya Ada 3 Jalan untuk Cegah Persebaran Covid-19 Jenis Baru

Kehadiran Covid-19 macam baru yang muncul di Inggris dan Afrika telah menyebar ke 14 negara. Di antaranya ialah Filipina, Malaysia, Singapura, Australia, Jerman, Italia, Perancis, Denmark, Belanda, Israel, Spanyol, Kanada, Irlandia Utara, & Gibraltar.

Menanggapi sirkulasi virus corona jenis baru, negeri pun akan berencana untuk membatasi Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia. Bahkan, kurang menyebut perlu adanya langkah ekstrem seperti membuat UU karantina.

Tengah itu, Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Membuktikan Riono mengatakan, sebenarnya untuk mencegah penularan Covid-19 tidak perlu datang menutup negara, cukup dengan melakukan testing.

Covid-19

“Coba lihat negara dengan berhasil menangani kasus Covid-19 serupa Australia, China, dan lain-lain. Apakah mereka menutup negara? Tentu tidak, tetapi mereka berhasil menangani Covid-19, ” katanya saat dihubungi Okezone dalam Minggu (27/12/2020).

Mengaji Juga: Covid-19 Jenis Baru Lebih Ganas? Begini Penjelasan Ahli UGM

Kemudian, Pandu Riono pun menjelaskan, bahwa hal dengan paling tepat untuk dilakukan pemerintah dibanding membatasi WNA adalah secara menutup negara. Akan tetapi, mengabulkan testing, pelacakan kasus, serta isolasi adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

“Menutup negeri pun boleh, tetapi bagaimana secara testing yang dilakukan? Apakah telah mencukupi? ” sambungnya.

Setidaknya, lanjut Pandu, program TLI (Testing, Lacak, Isolasi) ini kudu optimal. Misalnya testing dilakukan 1000 orang per satu juta penduduk per minggunya.

“Sebenarnya di Jakarta sudah mencukupi, namun testing di daerah lain sedang jauh dari kata cukup, ” pungkasnya.

(hel)