Gurita Kaca Langka Tertangkap Tustel Ekspedisi Laut Dalam pada Samudera Pasifik

SEBUAH penelitian laut di dalam Samudera Pasifik menemukan hewan gurita kaca yang betul langka. Ekspedisi ini tepatnya dilakukan di sekitar Kepulauan Phoenix, Samudera Pasifik, atau sekira 2. 650 kilometer barat daya Hawaii.

Dikutip dari laman Mashable , Senin (12/7/2021), ekspedisi itu dilakukan Schmidt Ocean Institute menggunakan Kapal Falkor. Salah satu rekaman ekspedisi menunjukkan penampakan gurita kaca yang sangat langka.

Mengucapkan juga: Kucing dan Asu Bisa Sebarkan Covid-19, Epidemiolog Minta Dokter Hewan Bertindak 

“Di ekspedisi ini para ilmuwan menemukan dua punggung gurita kaca, spesies gurita berkulit nyaris transparan dengan memperlihatkan saraf-saraf penglihatannya, bola mata, dan saluran penyerapan, ” tulis penyataan Schmidt Ocean Institute.

“Sebelum ekspedisi ini, cuma ada sedikit sekali rekaman langsung gurita kaca pada alam liar yang memproduksi banyak ilmuwan harus menelaah tentang spesies ini lantaran perut predator, ” lanjutnya.

Robot eksplorasi lembah laut milik Kapal Falkor, SuBastian, merekam video sepanjang 182 jam yang menyimpan kehidupan dasar laut. Merekam spesies-spesies baru di sembilan gunung bawah laut yang sama sekali belum pernah dieksplorasi manusia.

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Hewan Selalu Memberi Keuntungan bagi Makhluk Lain 

Para ilmuwan kelautan pun berhasil menemukan biota laut yang unik serta perlu diteliti dari rekaman SuBastian, seperti koral bahar dalam yang dipenuhi bintang-bintang kecil di sekujur tubuhnya. SuBastian merekam semua kejadian ini di kedalaman 4. 750 kaki atau satu. 447 meter di kolong laut.

“Pengetahuan manusia tentang dasar bahar hingga kini masih sangat sedikit. Tiap rekaman yang kami punya pasti sebagian besar adalah kejadian unik yang belum pernah saya lihat sebelumnya, ” ujar Alan Leonardi, direktur National Oceanic and Atmospheric Administration’s Office of Ocean Exploration and Research.

(han)