Ini Jenis Olahraga yang Molek untuk Penderita Hipertensi

PENANGGUNG hipertensi ataupun tekanan darah tinggi tentu bisa melakukan aktivitas olaharga. Tapi disarankan memilih olahraga dengan intensitas ringan. Demikian dijelaskan dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto SpKO yang juga bagian dibanding Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO).

Ia mengatakan, sebenarnya bervariasi jenis olahraga bagus buat jantung dan tekanan pembawaan, namun jika dipaksakan berpotensi menaikkan tekanan darah jadi dapat menimbulkan gangguan kesehatan bahkan kematian.

Baca pula: Begini Cara Mencegah Hipertensi, Dicoba Yuk 

Oleh karena itu, penderita hipertensi kudu memilih jenis olahraga yang sesuai. Sebab saat awak bergerak, jantung akan dipaksa berdenyut lebih kuat, serta menaikkan tekanan darah. Setelah selesai olahraga, denyut nadi akan berkurang, dengan serupa itu tekanan darah jadi bertambah terkontrol.

Untuk penderita hipertensi, jenis olahraga yang dianjurkan adalah aerobik atau disebut juga kardio (kardiorespirasi). Olahraga ini memiliki gerakan berulang-ulang, intensitas ringan, dan waktu melakukannya lama.

Ilustrasi hipertensi.

“Jalan cepat, joging, bersepeda, berenang; itu ialah jenis-jenis olahraga yang mampu digunakan untuk membantu mengatur atau menurunkan tekanan darah yang tinggi, ” jelas dr Michael dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Antara , Sabtu (8/5/2021).

Dia mengatakan bahwa untuk menentukan waktu olahraga bukan berdasarkan waktu pagi, siang, sore atau malam. Tapi yang harus diperhatikan adalah durasinya dan tidak menghasilkan terasa terburu-buru.

Baca juga: Bagi Pasien Hipertensi, Ini 6 Cara Efektif Jaga Tekanan Darah di Angka Normal 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk berolahraga 150 menit per minggu atau dipecah menjadi 30 menit sehari. Durasi ini pun bisa dibagi lagi menjadi 10 menit di cepat hari, 10 menit di dalam sore, dan 10 menit di malam hari.

“Tapi untuk penanggung hipertensi harus dibuat habituasi sesuai kemampuannya. Olahraga 30 menit itu tidak periode, tapi mungkin dia tidak sanggup. Kita lihat, kemampuannya berapa lama? Misalnya 15 menit tidak apa-apa, tapi naikkan secara bertahap, ” papar dr Michael.