Karakter Memilih Diam saat Terinfeksi Covid-19, Ini Penyebabnya

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa 1 Desember mengumumkan kalau dirinya terinfeksi covid-19. Kabar tersebut sengaja diumumkan Anies untuk mempemudah sistem testing, tracing, dan treatment (3T) dalam upanya pencegahan mengikuti penanggulangan virus corona.

Meski demikian saat ini sedang banyak masyarakat yang cenderung hidup atau bahkan menutupi kondisi dirinya ketika dinyatakan positif covid-19. Tentunya tindakan seperti itu bisa menghasilkan virus corona makin menyebar umum. Lantas apa penyebab orang tidak mau berkata telah terinfeksi covid-19?

Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Jangan Pilih Lokasi Wisata di Zona Merah Ya!  

Dirangkum sebab Healthing , Rabu (3/12/2020), seorang mahasiswa Phd dalam Brock University sekaligus penulis pengkajian yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology, Alison O’Connor, mengungkapkan bahwa diam ketika terkena covid-19 terasa lebih mudah dan damai dibanding jujur yang dapat membawa seseorang dalam situasi lebih rentan.

“Misalnya jika beta tidak sepenuhnya mengikuti protokol tenggang sosial, dan saya mengungkapkan bahan itu kepada orang lain, sementara itu adalah hal yang benar secara moral untuk dilakukan, tersebut akan berdampak negatif bagi saya. Saya mungkin merasa malu karena orang lain mengamati atau menilai perilaku saya secara negatif, ” terangnya.

Lebih lanjut ia mengucapkan bahwa menyembunyikan informasi telah terinfeksi covid-19 memang dapat melindungi diri dari pandangan orang lain. Biar demikian, hal tersebut akan berdampak negatif terhadap orang lain.

Baca juga: Tetap Dijalani, 5 Tips Aman Tak Terpapar Covid-19 saat Libur Akhir Tahun 

Profesor di Departemen Psikologi di Universitas Brock, Angela Evans, mengatakan bersikap jujur dengan kondisi yang dialami saat ini adalah pilihan paling tepat untuk dilakukan. Mengingat dampak potensial dari ketidakjujuran adalah menulari orang lain dengan covid-19. Mengucapkan kebenaran tentang gejala yang dialami dan mengaku terinfeksi adalah situasi penting.

“Kejujuran bakal menjadi penting untuk menghentikan sirkulasi covid-19 dan juga menjaga hubungan saling percaya dengan orang lain selama dan setelah pandemi, ” terang Evans.

(han)