Mbah Gambreng 65 Tahun Dinikahi Bani Angkatnya Sendiri yang Masih Muda, Apa Kata Psikiater?

Pernikahan Mbah Gambreng, 65 tahun, dengan anak angkatnya sendiri, Ardi, 25 tahun, viral di media sosial. Pasangan itu mengejutkan publik bukan hanya sebab status anak angkat, tetapi piawai yang terpaut jauh di jarang mereka.

Ya, Mbah Gambreng diketahui berusia 65 tahun, sedangkan anak angkatnya 25 tahun. Meski beda usia melekat 40 tahun, cinta di jarang mereka ternyata tulus.

Mereka menikah secara resmi di Jumat, 5 Juni 2020. Ijab kabul dilangsungkan di Desa Bumiharjo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Diketahui pula bahwa Ardi yang mengajak Mbah Gambreng menikah. Karena sudah memahami anak angkatnya itu dengan baik, nenek 65 tahun tersebut biar menerima tawaran pernikahan Ardi. “Ya, yang ngajak nikah dia (Ardi) duluan. Saya mau saja, ” kata Mbah Gambreng.

Berkaca dari kasus ijab kabul Mbah Gambreng dan Ardi, urusan ini hampir serupa dengan ijab kabul Selamat Riyadi, 16 tahun, & Rohaya, 71 tahun, beberapa tarikh lalu.

Pada kasus semacam ini, menurut Psikiater Anak dari Talenta Center Bekasi Suzy Yusna Dewi, kasus tersebut tidak normal. Sebab, bila secara otak normal manusia kebanyakan, tidak mungkin rasanya ada anak remaja yang mau menikahi nenek-nenek.

Suzy menjelaskan, kejadian tersebut bisa dikatakan kompleks. Tak bisa hanya dilihat dari utama sisi. Ada beberapa hal yang perlu dicari tahu.

  Baca juga: Psikopat Cenderung Tak Peduli Penyebaran Covid-19

Mulai lantaran ketertarikan si anak terhadap nenek-nenek, alasan pasti pernikahan tersebut, sampai dengan kepribadian dan intelektual jiwa anak.

“Kebanyakan kasus seperti ini, si budak memiliki IQ di bawah rata-rata. Itu juga yang akhirnya dia tidak bisa memilih secara normal pasangan yang layak dan pantas untuk dirinya, ” tutur Suzy.

(DRM)