Menahan Klaster Libur Panjang, Tito Karnavian Sarankan Masyarakat Bersih-Bersih rumah

Libur lama yang jatuh pada akhir Oktober 2020 menjadi angin segar untuk para masyarakat yang sudah penuh dengan aktivitas kerja. Namun hal ini juga bisa berdampak membatalkan bagi penyebaran virus corona Covid-19. Sebab banyak masyarakat yang menetapkan untuk bepergian atau sekadar berekreasi selama libur panjang.

Menyadari hal tersebut Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian sebisa mungkin. Sebab kondisi tersebut mampu membuat penyebaran Covid-19 menjadi semakin tinggi di Indonesia.

 

“Biasanya masyarakat mau melakukan perjalanan seperti pulang kampung, kumpul bersama keluarga, atau liburan, rekreasi dan lain-lain. Tapi kemahiran kita sebelumnya saat libur berlaku mobilitas yang sangat tinggi. Kelompok bergerak dari satu tempat ke tempat lain, ” terang Tito dalam konferensi pers di YouTube Sekertariat Kabinet.

Aktivitas ini tentu bisa menimbulkan media penularan Covid-19. Oleh sebab itu untuk membuat liburan kali ini tidak menjadi jalan penularan, ada beberapa hal dengan harus dilakukan bersama. Setidaknya tersedia lima poin penting yang disampaikan Tito dalam upaya mencegah terjadinya klaster libur panjang.

1. Bagi masyarakat yang di daerahnya zona merah, atau rawan penularan kalau bisa tidak pulang dan tidak berlibur, bertambah baik mengisi waktu di wadah masing-masing seperti bersih-bersih rumah atau tempat tinggal dan menikmati liburan pada kediaman masing-masing.

2. Jika seandainya masyarakat muncul kota, yakinkan diri sendiri secara melakukan tes PCR. Sehingga kamu yakin dalam keadaan negatif, jadi tidak menjadi penular bagi belahan maupun orangtua yang ada di daerah. Lalu lintas akan diatur oleh Polri, perhubungan dan lain-lain.

3. Di setiap daerah akan diadakan rapat secara kepala daerah tentang bagaimana jalan berduet. Daerh-daerah kita harapkan melindungi betul mekanisme pertahanan daerah masing-masing yang selama ini sudah berlaku seperti libur lebaran yang cerai-berai.

4. Hindari adanya kerumunan dan tempat dimana tidak bisa menjaga jarak. Aturan kesehatan seperti menggunakan masker, celik jarak, cuci tangan, benar-benar harus diterapkan.

Kerawanan barangkali akan terjadi pada tempat-tempat wisata. Oleh sebab itu tempat wisata harus dibicarakan dengan kepala daerah antara pembina dan pengelola tempat wisata agar tidak terjadi kelompok masif.

5. Kalau ada kegiatan yang berkaitan dengan liburan panjang kali itu seperti kegiatan tradisi maupun adat atau dan lainnya, kalau kejadian tersebut dilaksanakan sebaiknya tanpa tersedia kerumunan.

  Baca juga: 5 Gaya Nagita Slavina di Labuan Bajo, Indah Pakai Topi Maria Mercedes!

Itu bukan tidak menghormati tradisi, tetapi saat ini kondisinya berbeda karena sedang masa pandemi Covid-19. Jangan sampai menjadi korban

(DRM)