Mengenal Istilah Herd Immunity dalam Konteks Covid-19

Pandemi virus corona Covid-19 yang tak kunjung berakhir membuat bangsa menjadi khawatir tentang masa depan. Terlebih dengan istilah herd immunity yang dicanangkan oleh pemerintah.

Pada Maret lalu Pertama Menteri Belanda, Mark Rutte, apalagi menyerukan warganya untuk menjaga imunitas dengan herd immunity. Rutte mengatakan herd immunity bisa meringankan petunjuk seseorang apabila terinfeksi Covid-19.

“Dengan mengambil pendekatan ini, kebanyakan karakter hanya akan mengalami gejala ringan. Kita bisa membangun kekebalan beserta memastikan bahwa sistem perawatan dan kesehatan kita mampu mengatasinya, ” kata Ruttte.

Meski demikian masih banyak masyarakat yang bingung dengan istilah herd immunity. Mengutip sebab Business Insider, Rabu (30/9/2020), herd immunity adalah kondisi ketika beberapa besar populasi kebal terhadap patogen, sehingga penularan tidak terjadi secara luas.

Baca Serupa: Adu Gaya Marion Jola Vs Brisia Jodie, Siapa Paling Mengkal?

Contohnya, untuk menetapkan penyebaran campak, para ahli memperkirakan bahwa 93% hingga 95% lantaran populasi harus kebal. Campak sendiri dianggap lebih menular bila dibandingkan dengan COVID-19. Para ahli memperkirakan 40% hingga 70% populasi kudu kebal untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Di bibir itu, herd immunity juga sanggup dicapai melalui penggunaan vaksin, sesuai dalam kasus cacar dan tampak. Sayangnya, sejumlah ahli mengatakan dibutuhkan waktu selama kurang lebih 18 bulan untuk mengembangkan vaksin corona.

Kekebalan kelompok disinyalir bisa dilakukan secara alami, bila orang-orang yang terbukti positif corona pulih kembali dan menjadi kebal.

(hel)