PPKM Darurat Besok Dimulai, Pemilik Rumah Makan Padang: Jangan Sampai Berlarut-larut

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Asosiasi (PPKM) Darurat dimulai kelak hingga 20 Juli 2021 di Pulau Jawa dan Bali. PPKM Darurat itu menyasar berbagai lini daya; termasuk tempat makan seolah-olah rumah makan, restoran, kantin, hingga warung kaki lima.

Salah seorang pemilik rumah makan Padang, Aldo, mengatakan setuju secara penerapan PPKM Darurat oleh pemerintah. Menurut dia, tersebut demi kebaikan bersama, terlebih lagi pandemi covid-19 belum berakhir.

Baca juga: Fenomena Panic Buying, Dokter: Vitamin Bukan Obat Covid-19 

“Iya untuk kebaikan bersama ya saya putus saja, ” kata Aldo saat ditemui MNC Portal di rumah makannya, zona Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/7/2021).

Dia mengatakan, meski mendukung PPKM Darurat, diharapkan tidak berlarut-larut. Pasalnya, selama pandemi covid-19 ini omzetnya sudah betul menurun, apalagi jika ditambah PPKM Darurat yang bahkan memperpendek jam operasional berdagang.

Oleh karena itu, Aldo berharap adanya PPKM Darurat ini jangan datang berlarut-larut, sebab sangat besar terhadap pelaku usaha seperti dirinya.

Periode Penerapan PPKM Darurat sendiri berlangsung pada 3 tenggat 20 Juli 2021 dengan target penurunan penambahan peristiwa konfirmasi kurang dari 10. 000 kasus per harinya.

Salah satu yang diberlakukan adalah wadah makan, seperti warung hingga restoran, baik di sungguh maupun dalam ruangan.

Baca selalu: 4 Cara Tingkatkan Imunitas Anak, Ayah-Bunda Wajib Terang Ya 

Sebagaimana tertuang di Panduan Implementasi Pengetatan Aksi Masyarakat pada PPKM Gawat Jawa-Bali, Nomor III Cakupan Pengetahuan Aktivitas Poin ke-5, yaitu sebagai berikut:

“Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kantin, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada sentral perbelanjaan/mal hanya menerima delivery/take away dan tidak menyambut makan di tempat (dine-in). ”

(han)