Sinse Reisa Ingatkan Bahaya Puncak DBD Juli Ini

SPESIALIS Bicara Pemerintah Pengerjaan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengimbau masyarakat Indonesia untuk perdata dalam menghadapi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Juli. Sebab pandemi Covid-19, tak sedikit karakter lupa dengan kasus DBD.

Puncak kasus DBD dalam Indonesia diprediksi pada Juli ataupun setiap pertengahan tahun menjelang musim kemarau. Sehingga diperlukan persiapan yang sangat matang untuk melindungi lantaran serangan nyamuk aedes aegypti pengantara DBD.

Baca Juga:   Hindari Demam Berdarah, Dokter Reisa Mengambil Warga Hindari Menggantung Pakaian Petunjuk Pakai

“Kasus DBD terus meningkat di Indonesia, penyakit endemis itu semakin berbahaya terutama pada era pandemic Covid-19. DBD adalah salah satu tantangan terberat pemerintah Indonesia, serta beban kesehatan masyarakat yang sangat mencekam. Jadi kita kudu tetap waspada, ” kata dr Reisa dalam konferensi pers pada BNPB, Jumat (3/7/2020).

Reisa menambahkan, menurut laporan Departemen Kesehatan RI, Kasus DBD sampai minggu ke 27 di Indonesia sudah mencapai lebih dari 70. 000 kasus. Jumlah ini cerai-berai di 34 provinsi dan 465 kapubaten kota. Sementara untuk angka kematiannya dilaporkan sudah hampir 500 orang.

Loading…